Jadwal IPO 2026: Daftar Emiten yang Akan Melantai di Bursa Efek Indonesia
Pipeline penawaran umum perdana 2026 didominasi sektor energi terbarukan, teknologi keuangan, dan konsumer. Ini yang perlu dicermati investor ritel sebelum ikut memesan.
Rangga Adiputra
4 Agustus 2026 · 6 menit
Aktivitas pasar perdana Indonesia kembali menggeliat sepanjang 2026. Setelah dua tahun pipeline yang relatif sepi akibat volatilitas suku bunga global, sejumlah perusahaan kembali menjadwalkan penawaran umum perdana dengan target dana yang signifikan.
Bagaimana Proses IPO Berlangsung
Sebuah perusahaan yang hendak mencatatkan saham harus melalui rangkaian tahapan: penunjukan penjamin emisi, penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK, masa penawaran awal atau bookbuilding, pernyataan efektif, masa penawaran umum, penjatahan, hingga pencatatan perdana di bursa.
Pada masa bookbuilding, calon investor institusi menyampaikan minat pada rentang harga tertentu. Hasilnya menentukan harga final penawaran. Setelah pernyataan efektif diperoleh, investor ritel dapat memesan melalui sistem e-IPO.
Cara Investor Ritel Berpartisipasi
- Pastikan Anda memiliki rekening efek aktif dan saldo RDN yang mencukupi.
- Daftarkan akun di sistem e-IPO dan verifikasi melalui perusahaan sekuritas Anda.
- Sampaikan minat pada masa penawaran awal, lalu ubah menjadi pesanan pada masa penawaran umum.
- Perhatikan mekanisme penjatahan terpusat: bila kelebihan permintaan besar, jumlah saham yang Anda terima bisa jauh lebih kecil dari yang dipesan.
- Dana yang tidak terpakai akan dikembalikan ke RDN setelah masa penjatahan.
Daftar IPO 2026
| Nama Emiten | Kode | Sektor | Perkiraan Harga | Periode |
|---|---|---|---|---|
| PT Nusantara Energi Hijau Tbk | NEHT | Energi Terbarukan | Rp 1.150 – 1.400 | 12–16 Agu 2026 |
| PT Bahari Logistik Prima Tbk | BLPR | Transportasi & Logistik | Rp 480 – 560 | 19–22 Agu 2026 |
| PT Sentra Digital Finansial Tbk | SDFI | Teknologi Keuangan | Rp 2.100 – 2.450 | 2–5 Sep 2026 |
| PT Boga Rasa Nusantara Tbk | BRNT | Konsumer | Rp 690 – 780 | 15–18 Sep 2026 |
| PT Graha Medika Sejahtera Tbk | GMSJ | Kesehatan | Rp 1.320 – 1.560 | 1–6 Okt 2026 |
Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli
Saham IPO sering diasosiasikan dengan kenaikan harga cepat pada hari pertama. Kenyataannya, sebagian besar emiten baru diperdagangkan di bawah harga penawaran dalam enam bulan pertama. Sebelum memesan, periksa tiga hal berikut.
- Penggunaan dana hasil IPO. Dana untuk ekspansi kapasitas berbeda risikonya dengan dana untuk melunasi utang pemegang saham lama.
- Struktur pemegang saham dan periode lock-up. Pelepasan saham besar setelah lock-up berakhir kerap menekan harga.
- Valuasi relatif terhadap emiten sejenis yang sudah tercatat, khususnya PER dan EV/EBITDA.
Tips Membaca Prospektus
Prospektus bisa mencapai ratusan halaman, tetapi empat bagian ini memuat sebagian besar informasi yang menentukan: ikhtisar data keuangan penting, faktor risiko, rencana penggunaan dana, dan transaksi dengan pihak berelasi. Bacalah bagian faktor risiko lebih dulu — di sanalah manajemen diwajibkan jujur.
Pasar perdana memberi kesempatan masuk lebih awal, bukan jaminan harga lebih murah.
Artikel ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi investasi.
Rangga Adiputra
Reporter Pasar Modal
Rangga Adiputra meliput aktivitas emisi dan pasar perdana untuk InvestorPost.id, dengan fokus pada proses penawaran umum dan aksi korporasi.
Kolom komentar dinonaktifkan.
Diskusi di Komunitas →